Langit Hitam kalianda Lampung Selatan

Kapolres juga meluruskan informasi yang berkembang sebelumnya bahwa penyebab bentrokan dipicu kemarahan warga Desa Agom, Kecamatan Kalianda, menyusul peristiwa dua gadis warga desa ini yang sedang mengendarai sepeda motor dilaporkan telah diganggu sekelompok pemuda di Desa Sidoreno, Kecamatan Way Panji.

Padahal kejadian sebenarnya, ujar Tatar, warga Sidoreno justru hendak menolong kedua gadis itu yang mengalami kecelakaan, namun dianggap sebagai tindakan pelecehan seksual terhadap mereka.

"Ini hanya kesalahpahaman, karena namanya menolong pasti memegang badan gadis itu namun dianggap pelecehan seksual," ujar dia menjelaskan pemicu bentrokan tersebut.Korban tewas bentrok antarwarga di Desa Agom, Kecamatan Kalianda, dan beberapa desa sekitarnya dengan warga Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, bertambah menjadi 9 orang. Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa, sebanyak 192 warga Desa Balinaruga telah dievakuasi ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Bandar Lampung.

"Jumlah sementara yang dievakuasi 192 orang, terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, dan nenek-nenek menuju SPN Kemiling," ujar Kepala Bidang Humas Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih, melalui pesan singkat, Selasa (30/10/2012).

Sebelumnya, pada bentrok di Desa Balinuraga, Way Panji, Lampung Selatan, Senin (29/10/2012), korban tewas berjumlah 6 orang. Jumlah korban tewas ini bertambah sejak bentrok terjadi pada Minggu (28/10/2012), yakni 3 orang. Selain itu, tiga lainnya luka-luka dan 16 rumah terbakar.

Bentrok berawal dari dua orang gadis dari Desa Agom yang sedang mengendarai sepeda motor diganggu pemuda Desa Balinuraga sehingga terjatuh dan mengalami luka-luka. Bentrok terjadi Sabtu (27/10/2012) sekitar pukul 23.00. Massa dari Desa Agom menyerbu Desa Balinuraga dengan membawa senjata tajam. Massa tersebut ada yang membawa parang, pedang, golok, celurit, bahkan senjata senapan angin. Bentrok berlanjut hingga Minggu (28/10/2012) yang menewaskan tiga orang.

Bentrok susulan kembali terjadi Senin (29/10/2012) dan kembali memakan korban jiwa sebanyak 6 orang. Dihubungi terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar mengungkapkan, saat ini sekitar 1.500 personel masih berjaga di sekitar lokasi.

"Dalam eskalasi seperti ini, tentu semua bersiaga tidak ada yang tidur. Saat ini, 1.500 personel masih bersiaga di sana," ujar Boy saat dihubungi, Selasa (30/10/2012).

Hingga saat ini, kepolisian tengah mencari orang yang diduga menjadi dalang terjadinya peristiwa tersebut.
sumber : kompas

Kategori: